Intinya
- Kalau bisnis sangat bergantung pada satu orang, kepergian orang itu bisa mengguncang tiga hal sekaligus: bisnis, utang, dan keluarga.
- Asuransi key person memberi dana kepada perusahaan untuk bertahan dan menata ulang setelah kehilangan orang kunci.
- Untuk usaha dengan partner, proteksi antar partner membantu partner yang tersisa membeli saham secara adil, dan keluarga menerima tunai, bukan sengketa.
- Tidak semua usaha membutuhkannya. Usaha kecil tanpa partner dan tanpa utang sering cukup dengan asuransi jiwa pribadi pemiliknya.
Bisnis Anda bergantung pada siapa?
Mulai dari sini
Coba jawab jujur: kalau besok Anda tidak bisa datang ke kantor selama enam bulan, atau selamanya, siapa yang memegang pelanggan, menandatangani pembayaran, menghadapi bank, dan memimpin tim? Di banyak usaha, jawabannya adalah satu orang: pemiliknya sendiri, atau satu partner kunci.
Itu wajar, terutama di tahun-tahun awal. Tapi ketergantungan pada satu orang adalah risiko bisnis yang nyata, sama nyatanya dengan kebakaran gudang atau kehilangan pelanggan terbesar. Bedanya, risiko ini jarang dibicarakan.
65,5 juta
Satu orang, tiga risiko
Apa yang sebenarnya terjadi
Pertama, bisnisnya. Pelanggan yang terbiasa berurusan langsung dengan pemilik mulai ragu, tim kehilangan arah, dan pemasukan turun tepat ketika biaya mencari pengganti naik. Kedua, utangnya. Pinjaman bank atau kredit modal kerja tetap harus dibayar, dan sering kali pemilik memberi jaminan pribadi. Ketiga, keluarganya. Penghasilan berhenti, dan saham yang diwariskan bisa menjadi sumber ketegangan dengan partner yang masih menjalankan bisnis.
Bisnis bisa kehilangan pemiliknya dan keluarga bisa kehilangan bisnisnya, pada hari yang sama.
Tiga alat untuk tiga masalah
Cara kerjanya
Asuransi key person adalah asuransi jiwa atas orang kunci, di mana perusahaan menjadi pemegang polis dan penerima manfaat. Kalau orang itu meninggal atau, tergantung polisnya, mengalami sakit kritis, perusahaan menerima dana untuk menutup pendapatan yang hilang, mencari dan melatih pengganti, dan menenangkan bank serta pemasok selama masa transisi.
Proteksi antar partner cocok untuk usaha dengan dua pemilik atau lebih. Setiap partner diasuransikan, dan dananya dipakai partner yang tersisa untuk membeli saham partner yang meninggal dengan harga yang sudah disepakati. Hasilnya, keluarga menerima uang tunai yang adil, dan bisnis tetap dijalankan oleh orang yang memahaminya. Supaya bekerja, kesepakatan pembelian ini perlu dituangkan dalam perjanjian tertulis antar pemegang saham, sebaiknya dibuat bersama notaris.
Proteksi pinjaman memastikan utang usaha bisa dilunasi kalau peminjam utama tiada, sehingga tidak berpindah menjadi beban keluarga. Sebagian pinjaman bank sudah menyertakan asuransi jiwa kredit; cek dulu apa yang sudah ada sebelum menambah.
Berapa yang dibutuhkan?
Cara berpikir sederhana
Tidak ada angka tunggal yang benar, tapi ada cara berpikir yang masuk akal. Jumlahkan tiga hal: biaya mencari dan menyiapkan pengganti, laba yang mungkin hilang selama masa transisi, dan utang usaha yang masih berjalan.
Contoh kebutuhan dana sebuah usaha
Ilustrasi · usaha distribusi dengan pemilik sebagai penjual utama · total sekitar Rp1,9 miliar
Mencari dan menyiapkan pengganti
Laba hilang selama 12 bulan transisi
Sisa pinjaman bank
Dalam contoh ini, usaha membutuhkan sekitar Rp1,9 miliar untuk melewati masa sulit tanpa menjual aset atau menekan keluarga pemilik. Angka Anda tentu berbeda, dan justru itulah gunanya dihitung bersama.
Budi dan Hendra membangun toko bahan bangunan berdua selama dua belas tahun, masing-masing memiliki 50%. Ketika Hendra meninggal mendadak, sahamnya diwarisi istrinya yang tidak pernah terlibat dalam usaha.
Budi ingin membeli saham itu, tapi tidak punya dana. Istri Hendra butuh uang untuk anak-anaknya, bukan saham. Tanpa perjanjian dan tanpa dana, keduanya terjebak bertahun-tahun. Dengan proteksi antar partner dan perjanjian tertulis, ceritanya bisa selesai dalam hitungan minggu: Budi membeli saham dengan harga yang sudah disepakati, dan keluarga Hendra menerima tunai.
Kapan tidak perlu
Jawaban jujurnya
Usaha mikro yang dijalankan sendiri, tanpa partner dan tanpa utang, biasanya tidak membutuhkan asuransi key person. Kalau pemiliknya tiada, usaha itu kemungkinan besar berhenti, dan yang perlu dilindungi adalah keluarganya. Untuk situasi ini, asuransi jiwa pribadi pemilik dengan uang pertanggungan yang cukup jauh lebih tepat.
Asuransi key person mulai masuk akal ketika bisnis punya karyawan dan pelanggan yang bergantung padanya, punya utang, punya lebih dari satu pemilik, atau nilainya cukup besar untuk diwariskan atau dijual.
Hitung Celah Proteksi keluarga
Mulai dari sisi keluarga pemilik: berapa yang dibutuhkan keluarga kalau penghasilan Anda berhenti?
5 pertanyaan untuk pemilik usaha
Bahas minggu ini
1. Kalau saya tiada besok, siapa yang menjalankan bisnis, dan berapa lama mereka butuh waktu? 2. Berapa utang usaha yang masih berjalan, dan apakah saya memberi jaminan pribadi? 3. Kalau saya punya partner, apakah ada perjanjian tertulis tentang apa yang terjadi pada saham kami? 4. Apakah keluarga saya ingin memegang saham, atau lebih membutuhkan tunai? 5. Asuransi apa yang sudah ada, atas nama siapa, dan siapa penerima manfaatnya?
Untuk direnungkan
Melindungi bisnis bukan soal pesimis. Ini soal memastikan apa yang Anda bangun bertahun-tahun tetap berdiri, dan keluarga Anda tetap aman, apa pun yang terjadi.
Ingin membahasnya untuk usaha Anda? Hubungi Planning Guide
Pertanyaan umum
Apa itu asuransi key person?
Asuransi jiwa atas orang yang sangat penting bagi bisnis, misalnya pemilik, partner, atau direktur kunci. Perusahaan menjadi pemegang polis dan penerima manfaat, sehingga dana dipakai untuk menjaga bisnis tetap berjalan setelah kehilangan orang tersebut.
Apa bedanya dengan asuransi jiwa pribadi pemilik?
Asuransi jiwa pribadi melindungi keluarga pemilik. Asuransi key person melindungi bisnisnya. Banyak pemilik usaha membutuhkan keduanya, karena risikonya berbeda.
Apakah UMKM juga perlu asuransi key person?
Tergantung. Kalau usaha punya karyawan, pelanggan besar, utang, atau lebih dari satu pemilik, risikonya nyata. Kalau usaha dijalankan sendiri tanpa utang dan tanpa partner, asuransi jiwa pribadi pemilik biasanya lebih tepat.
Apa itu proteksi antar partner?
Pengaturan di mana setiap partner diasuransikan, dan dananya dipakai partner yang tersisa untuk membeli saham partner yang meninggal dengan harga yang sudah disepakati. Supaya berjalan, perlu perjanjian tertulis antar pemegang saham.
Siapa yang menyediakan asuransi key person di Indonesia?
Sejumlah perusahaan asuransi jiwa di Indonesia menyediakan produk untuk kebutuhan ini. Bandingkan manfaat, syarat, dan biayanya, dan bicarakan dengan penasihat berlisensi.
Sumber & catatan
Data UMKM bersumber dari BPS sebagaimana disampaikan Kementerian UMKM. Contoh angka dan cerita dalam artikel ini bersifat ilustrasi. Ketentuan produk berbeda tiap perusahaan asuransi.
Informasi umum, bukan nasihat keuangan, hukum, atau perpajakan, dan bukan rekomendasi produk tertentu. Perjanjian antar pemegang saham sebaiknya disusun bersama notaris atau penasihat hukum. PYD dijalankan oleh penasihat asuransi berlisensi yang berafiliasi dengan Allianz Indonesia.
