Patokan industri, sepuluh kali penghasilan tahunan, adalah jalan pintas penjualan. Ia bisa jauh terlalu besar untuk lajang tanpa tanggungan, dan jauh terlalu kecil untuk orang tua dengan cicilan rumah dan dua anak kecil.
Bangun dari kewajiban
Jumlahkan empat hal. Satu: utang yang akan tersisa, termasuk KPR dan pinjaman keluarga. Dua: berapa tahun penghasilan rumah tangga yang keluarga Anda butuhkan agar tetap tinggal di rumah dan sekolah yang sama, biasanya sampai anak bungsu selesai pendidikan. Tiga: biaya pendidikan dalam rupiah masa depan, yang naik lebih cepat dari apa pun. Empat: dana pemakaman dan penyelesaian.
Lalu kurangi apa yang sudah ada: tabungan sekarang, investasi, proteksi yang ada, dan santunan kematian dari perusahaan mana pun.
Hasilnya biasanya bikin tak nyaman, dan lebih murah dari perkiraan
Keluarga sering kaget pada jumlah yang dibutuhkan lalu lega pada biaya proteksi term murni untuk menyediakannya. Ketidaknyamanan datang dari angkanya; kelegaan datang dari sadar bahwa proteksi dan investasi adalah dua pembelian terpisah yang tak harus dilakukan dalam satu produk.
Tinjau saat hidup berubah, bukan tiap tahun
Anak baru, KPR baru, rekan bisnis baru, pindah ke luar negeri. Itulah momen angkanya bergerak. Di antara momen-momen itu, biarkan saja.
